Make your own free website on Tripod.com

BAB VII. KESIMPULAN DAN SARAN

Tesis MA - Asian Religion, oleh Ir. Nugroho Widi, MM, MA

Ajaran Yesus sebagaimana ditulis dalam Alkitab ternyata memiliki keunikan tersendiri. Ajaran-Nya berbeda dari para pemuka agama yang lain.

Pertama, Yesus membawa konsep baru, yaitu Allah sebagai Bapa-Nya dan juga Bapa umat manusia yang percaya kepada-Nya. Konsep ini mengubah total pandangan bahwa Allah adalah sangat jauh, hakim, raja, atau majikan. Allah sebagai Bapa berarti manusia adalah anak-anak Allah yang diberi menjadi "sempurna sama seperti Bapamu di sorga sempurna". Konsep ini juga berarti bahwa Yesus adalah saudara umat manusia. Suatu aspek yang sering dilupakan oleh para penginjil ke dunia muslim.

Kedua, Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah atas setiap individu manusia, dalam setiap hati manusia, yang kemudian meluas kepada persaudaraan atau komunitas orang percaya dan meluas lagi dalam lingkup seluruh aspek kehidupan umat manusia. Oleh sebab itu tidak diperlukan perangkat hukum yang baku dan ketat, yang sering bertentangan dengan kemajuan peradaban. Hukum tidak akan bisa mengendalikan manusia. Allah adalah Raja alam semesta yang sanggup mengendalikan setiap pribadi manusia. Allah tidak perlu menggunakan kekuasaan kerajaan atau sistem politik, sosial, atau budaya (secara jasmaniah) untuk mempengaruhi manusia dan dunia. Kekuasaan Allah dimulai dari dalam hati manusia, dan keluar mempengaruhi dunia, bukan sebaliknya.

Ketiga, Yesus memperkenalkan diri sebagai Anak Manusia. Yesus tidak menunjukkan terlebih dahulu keilahian-Nya, namun Dia menampilkan citra sebagai manusia dan hamba yang rendah. Ini berlawanan dengan ajaran utama Kekristenan saat ini.

Keempat, Yesus sangat terbatas menggunakan istilah Mesias atau Kristus. Istilah mesias ini sangat kontekstual. Yesus rupanya menghindari menyebut diri sebagai Mesias sebagai strategi misi-Nya terhadap orang Israel agar tidak disalah-tafsirkan. Walaupun demikian, bila manusia menyebut Dia sebagai Mesias, Dia tidak menolaknya, karena memang Dia adalah Penyelamat Dunia dan Raja Yang Diurapi oleh Bapa. Islam tidak mengenal latar belakang pengharapan akan munculnya seorang Mesias Hamba Yahweh seperti orang Yahudi. Karena Mesias adalah dianggap konsepnya orang Kristen, maka istilah ini tidak populer di kalangan Islam. Gelar Yesus yang dikenal adalah Al-Masih yang sering diterjemahkan "pengembara." Namun demikian Mesias atau Almasih dinubuatkan akan turun pada akhir zaman untuk memusnahkan Dajjal dan mendirikan pemerintahan dunia di bawah hukum Al-Qur’an. Oleh sebab itu, dalam penginjilan, agar tidak lagi salah tafsir, sebaiknya lebih menekankan konsep Mesias yang diyakini Islam, khususnya mengenai Yesus sebagai penyelamat dunia pada akhir zaman.

Kelima, konsep eskatologi yang dijanjikan Yesus (‘Aku akan datang kembali’) ternyata sama dengan kepercayaan Islam, bahwa Dia akan kembali pada akhir zaman dan membinasakan Dajjal. Yesus akan datang lagi, dan semua umat manusia wajib bersiap sedia karena kedatangan-Nya tidak akan terduga. Ajaran Yesus tersebut sesuai dengan pandangan Islam.

Beberapa kesimpulan tambahan, antara lain adalah :

1. Ajaran-ajaran utama Yesus bersifat unik dan baru, sehingga dapat memberikan pencerahan pada umat manusia khususnya Islam.

2. Ajaran Yesus lebih bersifat rohani dan universal, sehingga tidak terlalu mengakibatkan perbantahan mengenai doktrin antar agama.

3. Ajaran Yesus relatif mudah diterima dan diakui sebagai memiliki otoritas, terbukti dari seringnya para teolog Islam mengutip perkataan-perkataan Yesus dan relatif sedikitnya mereka mempersoalkan perkataan Yesus.

Sebagai implikasi untuk agama Kristen, ada dua alternatif, yaitu :

1. Menyelidiki lebih lanjut kemungkinan menggunakan nama agama Kristen, tetapi dengan lapang dada menerima kritik Islam, dan mengubah penekanan ajaran agar lebih kepada aspek-aspek ajaran utama Yesus.

2. Menyelidiki lebih lanjut kontekstualisasi ajaran Yesus ke dunia Timur dalam bentuk nama agama yang baru, yaitu Agama Yesus, dengan inti ajaran adalah agama Yesus. Disini diperlukan penyelidikan ajaran-ajaran Yesus yang sesungguhnya, atau agama-nya Yesus.

Sebagai saran, sebaiknya thesis ini dilengkapi dengan penelitian lapangan yang akurat, sehingga dapat diterapkan dalam kontekstualisasi lebih lanjut. Saran berikutnya, perlu pendalaman untuk mendapatkan pokok-pokok ajaran Yesus yang lain. Biarlah Roh Kebenaran dari Yesus sendiri yang akan menerangi umat Islam dan Kristen untuk langkah selanjutnya.