Make your own free website on Tripod.com

BAB V. YESUS SEBAGAI MESIAS

Tesis MA - Asian Religion, oleh Ir. Nugroho Widi, MM, MA

A. AJARAN YESUS TENTANG MESIAS

Konsep Mesias Orang Yahudi

Konsep Mesias yang diajarkan Yesus dalam Injil tidak akan bisa terlepas dari konsep yang dianut orang Yahudi tentang mesias. Istilah Mesias muncul hanya dalam Perjanjian Baru, terutama mengacu pada Yesus Kristus (Mat 2:4, 16:16, 16:20, 22:42, 24:5, 24:23, Markus 8:29, 12:35, Lukas 2:26, 9:20, Yohanes 1:20, 3:28, 1:41, 4:25, 11:27, Kisah 2:31, 5:42, 26:23, dan sebagainya).

Istilah ini berarti ‘yang diurapi’ atau dalam bahasa Yunani adalah Khristos. Pengurapan dalam PL secara harfiah berarti pemberian minyak untuk tujuan menguduskan, melantik, atau memberikan kekuatan. Orang yang diurapi berarti telah dipilih dan dikuduskan oleh Tuhan. Saul, Daud dan Salomo dan para raja Israel diurapi sebelum menjabat sebagai raja (I Sam 24:11, 2 Sam 2:4, 12:7, 22:51, I Raja 1:39, 2 Raja 9:3. Daud banyak mengutip tentang pengurapan itu (Mazmur 2:2, 18:51, 20:7, 23:5, 28:8, 45:8, 84:10, 89:39, dan sebagainya).

Istilah Mesias, yang dipakai sebagai gelar resmi dari tokoh utama yang dinantikan orang Yahudi, tidak muncul dari ayat Perjanjian Lama secara langsung, tetapi muncul dar1 pemikiran orang Yahudi masa kemudian. Dalam Perjanjian Lama, istilah "Yang Diurapi" hanya muncul dua kali dalam Daniel 9:25-26. Mesias bagi orang Yahudi adalah tokoh eskatologi. Artinya Dia bukanlah melulu tokoh yang diharapkan pada masa yang akan datang, tapi yang akn muncul pada ‘hari terakhir’.

Orang Israel memandang bahwa Allah akan bertindak sepnajang zaman melalui tokoh-tokoh besar dan semacam ‘pola’ yang istimewa. Ada tiga tokoh yang dimasukkan orang Israel dalam kategori khusus ini, yaitu Adam, Musa, dan Daud. Mesias masa depan memiliki ciri yang mirip ketiga tokoh ini. Mesias akan menciptakan semacam ‘Taman Eden’ seperti yang telah dibuat oleh Adam. Ajaran tentang Adam kedua dalam PB berakar dari ajaran PL ini. Mesias itu juga kan menjadi sepeti Musa, yang akan memimpin umatnya keluar dari perbudakan. Mesias dekat artinya dengan sang Pembebas (Deliverer, Juruselamat). Selanjutnya, Mesias akan diturunkan dari garis keturunan Raja Daud, seperti nubuat Yakub (Kej 49:9-10).

Secara khusus, nubuat Daud yang tertera dalam Mazmur jelas sekali menunjukkan seperti apa Mesias yang dikehendaki orang Israel : Sang Raja menghadapi perlawanan dunia (2:1-3, 110:1), tapi sebagai pemenang (45:4-6, 89:23-24), oleh kegiatan Yahweh (2:6-8, 18: 47-51 dll), Dia pemerintahan sedunia (2:8-12, 18:44-46, 45:18, 72:8-11, dan lain-lain), berpusat di Sion (2:6), ditandai perhatian utama terhadap moralitas (45:5-8, 72:2-3), pemerintahannya kekal (21:5, 45:7, 72:5), kerajaannya damai sejahtera (72:7), makmur (72:16), ketaatannya terhadap Yahweh tak tergoyahkan (72:5), yang paling dihormati dari segenap umat (45:3-8), Dia sahabat orang miskin (72:4-4), orang adil berkembang (72:7), Dia diingat selamanya (45:18), Dia menerima berkat Yahweh selamanya (45:3), pewaris perjanjian Yahweh dengan Daud (89:29-38) dan dari keimaman menurut Melkizedek (110:4), Dia anak Yahweh (2:7, 89:28), duduk disebelah kanan-Nya (110:1), dan Sang Mesias itu sendiri ilahi (45:7).

Nabi Yesaya (Yesaya pasal 7-11) memuat lagi janji-janji tentang Mesias seperti yang telah digambarkan dalam Mazmur. Dalam Yesaya 9:5-6 dikemukakan bahwa Mesias itu adalah ilahi, Dia adalah Allah (‘el), tapi kerajaan-Nya ditegakkan oleh ‘kecemburuan Yahweh’.

Berikutnya, Yesaya pasal 40-52 melukiskan Mesias sebagai Hamba Yahweh. Pada pasal 40 dilukiskan bahwa umat Israel berada dalam keadaan sulit dan terbuang di Babel, tetapi kemudian Yahweh membangkitkan seorang pembebas (43:41). Yesaya makin menyadari kegelapan yang melingkupi bangsa-bangsa (Yesaya 41: 28-29). Hanya Yahweh yang bisa menjawab masalah ini, melalui hamba Yahweh, yaitu israel (42:18-25) akan tampil membawa misi untuk bangsa-bangsa. Keadaan hamba Yahweh ini bisu, tuli, dan dipenjarakan. Pada 49:7-13 Hamba Yahweh dikukuhkan kembali, penuh harapan, taat menanggung penderitaan berat (50:4-9). Hamba Yahweh menjulang tinggi, orang Israel diajarkan untuk meneladani (50:10-11). Sisa bangsa Israel dipakai untuk penyelamatan yang besar, secara nasional, bahkan universal (51:4-6). "Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil" (Yesaya 52:13).

Tugas Hamba Yahweh ini disimpulkan dalam Yesaya 52:13-15. Dia ditinggikan, didahului oleh penderitaan, dan dampaknya meliputi seluruh dunia. Dalam pasal 53, dikatakan bahwa Hamba Yahweh akan hidup ditengah-tengah manusia, kematian-Nya bersifat menggantikan, dan dasar rohani dari semuanya adalah kehendak Yahweh. Akhirnya adalah kemenangan dan kehidupan. Pasal 54 memanggil Israel kepada perjanjian yang baru, dan pasal 55 himbauan ditujukan kepada semua orang supaya masuk ke dalam penyelamatan itu.

Tanda Sang Mesias itu yang menyolok adalah Dia akan hidup ditengah manusia (Yesaya 49:1, 50:4, 53:2-3, 53:7-9), dan akan mendapat karunia-karunia khusus dari Allah: Roh Allah (52:1) dan Firman (49:2, 50:4). Selain itu Hamba itu disamakan dengan Mesias dari keturunan Daud (55:3-4). Berdasarkan pekerjaan Hamba inilah perjanjian kekal itu didirikan.

Ajaran Yesus tentang Mesias

Yesus jarang sekali menyebut diri-Nya adalah Mesias Yahudi. Bahkan gelar Mesias diucapkan oleh orang lain termasuk Petrus dan Imam Besar. Yesus tidak pernah mengucapkan secara eksplisit "Aku adalah Mesias." Orang Yahudi sering bertanya apakah Yesus adalah Mesias yang mereka tunggu. Waktu Petrus menyebut Dia sebagai Mesias (Markus 8:29-30), Yesus menerima sebutan itu, tetapi melarangnya untuk menyebar-luaskan hal itu. Yesus bertindak untuk menggenapi apa yang telah dinubuatkan dalam PL. Dia mengajar murid-muridnya untuk percaya bahwa Yesus adalah Mesias atau Kristus (raja yang diurapi) yang datang dari Allah. Namun demikian Dia bukan mersias seperti yang dikehendaki orang Yahudi. Karena salah pemahaman orang Yahudi, maka Yesus melarang membicarakan kemesiasannya di muka umum (Mrk 9:7-9; Mat 16:20; 17:9).

Baru setelah dekat masa akhir pelayanan-Nya di bumi, barulah Dia mengumumkan secara terbuka, dan masuk ke Yerusalem seakan-akan sebagai raja (Mat 21:1-21). Sebelumnya orang Yahudi sudah berniat menjadikan dia raja, karena peristiwa Yesus memberi makan ribuan orang (Mat 15:38; Mrk 6:44), tetapi kemudian karena Yesus menolak menjadi raja duniawi yang sementara, maka banyak orang yang meninggalkan Dia. Yesus tahu apalah artinya kerajaan duniawi yang sementara itu dibandingkan dengan kerajaan surgawiNya yang kekal itu, yang akan dianugerahkan Bapa kepada-Nya setelah Dia selesai dengan tugasNya dibumi.

Namun demikian Yesus tegas mengatakan bahwa Dia adalah Mesias, bahkan di hadapan hakim Sanhedrin yang mengadili-Nya (Mat 26:63-64; Mrk 14:61-62; Luk 22:69-71; 23:2-3), tetapi bukan seperti mesias duniawi yang diharapkan orang Yahudi (Yoh 18:36):

Tapi pengertian Yesus akan dan cara-Nya untuk menggenapi panggilan ke-Mesias-an-Nya berbeda dari gambaran umum tentang Mesias yang diharapkan. Suara dari sorga pada saat pembaptisan-Nya (Mrk 1:11) menyambut Dia sebagai Mesias dari suku Daud, dengan kata-kata dari Mzm 2:7: ‘AnakKu-lah Engkau’. Tapi dengan menambahkan kata-kata dari Yes 52:1 yang memperkenalkan Hamba Yahweh, diberi pertanda bahwa ke-Mesias-an-Nya akan menggenapi gambaran Hamba itu, rendah hati, taat, menderita, menggenapi tugas-Nya dengan menjalani maut, sambil menyerahkan pembelaan atas diriNya kepada Allah dengan hati yang percaya. Pelayanan Yesus yang dimahkotai dengan penderitaan-Nya, ditandai dengan selalu berpegang teguh pada jalan yang ditentukan bagi-Nya oleh BapakNya. Maka karena itu Yesus memberikan pengertian baru pada kata ‘Mesias’, yang mengatasi setiap arti yang sebelum itu dimilikinya.

Mesias yang Menderita

Dalam keempat Injil, Yesus mengajarkan akan Dia akan menderita sengsara dan akan mati (Matius 16:21; Mrk 8:31; 9:31; 10:33-34; Lukas 9:22; 12:37; Yoh 6:51; 10:11-18). Dia mulai mepersiapkan murid-muridnya untuk menerima kenyataan itu, dan mengatakan bahwa itulah kehendak Bapa-Nya. Yesus ikhlas menanggung semuanya itu demi umat-Nya (Mrk 10:45; 14:24; Yoh 10:11-18). Pengorbanannya adalah demi keselamatan kekal manusia (Luk 22:19-20; Mat 26:27-28; Mrk 14:22-24, dll). Kematian-Nya memungkinkan pengampunan dosa (Mat 26:27-28) dan perjanjian baru antara Allah dan manusia (Luk 22:20). Melalui kematian-Nya ada berkat abadi.

B. MESIAS MENURUT ISLAM

Almasih

Yesus digelari Almasih sebanyak 11 kali dalam Al-Qur’an antara lain dalam 3:45, 4:157, 171, 172; 5:17 (dua kali), dan 9:30-31. Kata "Almasih" dalam bahasa Arab berasal dari akar kata "saaha yasiihu" yang berarti mengembara. Jadi "Almasih" berarti pengembara.

Sebagai contoh, Surat Ali’Imran (3): 45 mengatakan :

(Ingatlah) ketika malaikat berkata "Hai Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan perkataan (perintah) dari Allah namanya Almasih Isa Putra Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan salah seorang daripada orang-orang yang dekat (kepada Allah).

Surat Al Taubah (9) ayat 30-31 menyangkal Ketuhanan Yesus dan gelar Anak Allah. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa yang bersalah adalah para paderi dan pendeta, karena mengajarkan hal tersebut, padahal tidak ada Tuhan selain Allah.

Mesias

Dalam Al-Qur’an terdapat sembilan kali kata Mesias disebut, sebagian besar merupakan gelar tambahan Isa Putera Maryam. Nama yang diberikan pada Yesus Putera Maryam adalah Mesias (Ali Imran 45). Penamaan ini nampaknya adalah nama yang lazim untuk untuk Isa putera Maryam, dan tidak berkaitan dengan konsep Muhammad tentang Mesias. Istilah Pembebas (Juruselamat) bahkan tidak dijumpai dalam Al-Qur’an dan Hadis. Nampaknya memang Islam tidak mengenal konsep Mesias seperti yang dicita-citakan orang Yahudi, yaitu Raja dunia yang akan memerintah dari Sion.

Al-Qur’an menyebut Mesias Isa Putera Maryam hanya utusan Allah (An-nisa 171, Al Ma’da 75), bukan putera Allah (Al Ma’da 17, Al Taubah 30), bukan Allah atau Tuhan (Al Ma’da 72, Al Taubah 71).

Terdapat dua kali istilah Mesias disebut dalam Hadis sahih, masing masing dalam Sahih Bukhari 9.532(B) dimana istilah itu digunakan oleh orang Kristen, yang mendapat murka Allah karena mereka menyembah Mesias Anak Allah (Isa) dan orang Yahudi menyembah Ezra :

AbuSa'id al-Khudri

SAHIH AL-BUKHARI 9.532(B)

We said, "O Allah's Messenger (peace_be_upon_him)! Shall we see our Lord on the Day of Resurrection?" ………..Then Hell will be presented to them as if it were a mirage. It will be said to the Jews, "What did you worship?" They will reply, 'We used to worship Ezra, the son of Allah.' It will be said to them, 'You are liars, for Allah has neither a wife nor a son. What do you want (now)?' They will reply, 'We want You to provide us with water.' Then it will be said to them 'Drink,' and they will fall into Hell (instead). Then it will be said to the Christians, 'What did you worship?' They will reply, 'We used to worship Messiah, the son of Allah.' It will be said, 'You are liars, for Allah has neither a wife nor a son. What do you want (now)?' They will say, 'We want You to provide us with water.' It will be said to them, 'Drink,' and they will fall into Hell (instead).

When there remain only those who used to worship Allah (alone), both the obedient ones and the mischievous ones, it will be said to them, 'What keeps you here when all the people have gone?' They will say, 'We parted from them (in the world) when we were in greater need of them than we are today. We heard the call of one proclaiming, 'Let every nation follow that which they used to worship,' and now we are waiting for our Lord.' …..

 

Dalam Mishkat Al-Masabih 6278 dikatakan bahwa Nabi adalah yang pertama, Al-Mahdi adalah yang tengah dan Mesias adalah yang terakhir. Tidak jelas apa yang dimaksudkan bagian ini:

Ja'far as-Sadiq

MISHKAT AL-MASABIH 6278

Allah's Messenger (peace_be_upon_him) said, "Rejoice and rejoice again. My people are just like the rain, it not being known whether the last or the first of it is better; or it is like a garden from which a troop can be fed for a year, then another troop can be fed for a year, and perhaps the last troop which comes may be the broadest, deepest and finest. How can a people perish of which I am the first, the Mahdi the middle and the Messiah the last? But in the course of that there will be a crooked party which does not belong to me and to which I do not belong."

Razin transmitted it.

Dalam hadits dijumpai sekitar 10 kali istilah Almasih digunakan, dan sebagian besar digunakan dalam rangkaian kata Almasih Al-Dajjal (menjelaskan tentang Antikris). Misalnya saja dalam Sahih Bukhari 1.795, 2.459, 3.103, 4.649, 8.379, 9.504, Sahih Muslim 1.217, 1.219, 1.225 menjelaskan tentang ciri-ciri Antikris dan penderitaan yang dia akibatkan atas orang percaya. Hanya ada satu hadis yang menyebutkan tentang Almasih, dan ciri Isa Almasih:

Abdullah ibn Umar

AL-MUWATTA 49.2.2

The Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, said, "I dreamt at night that I was at the Ka'bah, and I saw a dark man like the most handsome of dark men you have ever seen. He had hair reaching to between his ears and his shoulders like the most excellent of such hair that you have seen. He had combed his hair, and water was dripping from it. He was leaning on two men or on the shoulders of two men doing tawaf around Ka'bah.

I asked, 'Who is this?' It was said, 'al-Masih ibn Maryam.'

Then we were with a man with wiry hair and blind in his right eye, as if it was a floating grape. I asked, 'Who is this?' It was said to me, 'This is al-Masih ad-Dajjal.'"

Dalam hadis sahih, dijupai sekitar 61 kali nama Isa, Almasih, atau Almasih Al-Dajjal (Antikris) disebutkan. Muhammad mengaku mengenal Yesus dan pernah melihat Yesus. Sebagai contoh, Nabi Muhammad juga mengaku pernah melihat Yesus pada waktu dia naik ke sorga (mi’raj) juga Musa, Malik, Antikris dan yang lain. Cerita ini dijumpai berulangkali dalam hadis, antara lain Bukhari 4608, 4647, 4649, 4650 dan sebagainya. Sahih Bukhari 5227 menceritakan riwayat panjang kenaikan Muhammad ke sorga, dimana di langit lapis kedua dikatakan dijaga oleh Yohanes dan Yesus. Mereka saling memberi salam. Beberapa diantara hadis yang menceritakan tentang Yesus adalah :

Abdullah ibn Abbas

SAHIH AL-BUKHARI 4.462

The Prophet (peace_be_upon_him) said, "On the night of my Ascent to the Heaven, I saw Moses who was a tall brown curly-haired man as if he was one of the men of Shanu'ah tribe, and I saw Jesus, a man of medium height and moderate complexion inclined to the red and white colours and of lank hair. I also saw Malik, the gate-keeper of the (Hell) Fire and Ad-Dajjal amongst the signs which Allah showed me." (The Prophet (peace_be_upon_him) then recited the Holy Verse): So be not you in doubt of meeting him ' when you met Moses during the night of Mi'raj over the heavens.

Jabir ibn Abdullah

SAHIH MUSLIM 0321

The Messenger of Allah (peace_be_upon_him) said: There appeared before me the apostles, and Moses was among men as if he was one of the people of Shanu'ah, and I saw Jesus son of Mary (peace_be_upon_him) and I saw nearest in resemblance with him was Urwah ibn Mas'ud, and I saw Ibrahim (blessings of Allah be upon him) and I see your companions much in resemblance with him, i.e. his personality, and I saw Gabriel (peace_be_upon_him) and I saw Dihyah nearest in resemblance to him ; but in the narration of Ibn Rumh it is Dihyah ibn Khalifah.

 

AbuHurayrah

SAHIH MUSLIM 0328

The Messenger of Allah, (peace_be_upon_him) said: I found myself in Hijr and the Quraysh were asking me about my night journey. I was asked about things pertaining to Bayt al-Maqdis, which I could not preserve (in my mind). I was very much vexed, so vexed as I had never been before. Then Allah raised it (Bayt al-Maqdis) before my eyes. I looked towards it, and I gave them the information about whatever they questioned me.

I also saw myself among the group of apostles. I saw Moses saying a prayer and found him to be a well-built man as if he were a man of the tribe of Shanu'ah. I saw Jesus, son of Mary, (peace_be_upon_him) offering prayer; of all men he had the closet resemblance to Urwah ibn Mas'ud ath-Thaqafi. I saw Ibrahim (peace_be_upon_him) offering prayer; he had the closet resemblance to your companion (the Prophet himself) amongst people.

When the time of prayer came I led them. When I completed the prayer, someone said: Here is Malik, the keeper of the Hell; give him salutation. I turned to him, but he preceded me in salutation.

Abdullah ibn Amr ibn al-'As

SAHIH MUSLIM 0397

Verily the Apostle of Allah (peace_be_upon_him) recited the words of Allah, the Great and Glorious, that Ibrahim uttered: My Lord! Lo! they have led many of mankind astray: "But whoso followeth me, he verily is of me" (al-Qur'an, xiv.35), and Jesus (peace_be_upon_him) said: "If thou punisheth them, lo! they are Thy slaves, and if Thou forgiveth them--verily Thou art the Mighty, the Wise" (al-Qur'an, v.117).

Muhammad bahkan mengaku paling dekat dengan Yesus :

AbuHurayrah

SAHIH AL-BUKHARI 4.651

I heard Allah's Messenger (peace_be_upon_him) saying, "I am the nearest of all the people to the son of Mary, and all the prophets are paternal brothers, and there has been no prophet between me and him (i.e. Jesus)."

AbuHurayrah

SAHIH AL-BUKHARI 4.652

Allah's Messenger (peace_be_upon_him) said, "Both in this world and in the Hereafter, I am the nearest of all the people to Jesus, the son of Mary. The Prophets are paternal brothers; their mothers are different, but their religion is one."

Islam tidak mengenal latar belakang pengharapan akan munculnya seorang Mesias Hamba Yahweh seperti orang Yahudi. Karena Mesias adalah dianggap konsepnya orang Kristen, maka istilah ini tidak populer di kalangan Islam. Gelar Yesus yang dikenal adalah Al-Masih yang sering diterjemahkan "pengembara." Namun demikian Mesias atau Almasih dinubuatkan akan turun pada akhir zaman untuk memusnahkan Dajjal dan mendirikan pemerintahan dunia di bawah hukum Al-Qur’an.

Yesus rupanya menghindari menyebut diri sebagai Mesias sebagai strategi misi-Nya terhadap orang Israel agar tidak disalah-tafsirkan. Walaupun demikian, bila manusia menyebut Dia sebagai Mesias, Dia tidak menolaknya, karena memang Dia adalah Penyelamat Dunia dan Raja Yang Diurapi oleh Bapa. Oleh sebab itu, dalam penginjilan, agar tidak lagi dilandaskan atas konsep Yahudi dalam Perjanjian Lama, melainkan lebih pada konsep Mesias yang diyakini Islam, khususnya mengenai Yesus sebagai penyelamat dunia pada akhir zaman, dan mengenai hal itu akan dibahas pada Bab tentang Eskatologi.