Make your own free website on Tripod.com

BAB I. PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Tesis MA - Asian Religion

Kekristenan telah berumur hampir 2000 tahun, namun hingga saat ini belum diterima oleh mayoritas dunia timur khususnya Islam. Inti dari Kekristenan sebetulnya adalah ajaran Kristus. Namun disayangkan bahwa ajaran Kristus yang menjadi sentral Kekristenan itu masih belum sepenuhnya diterima oleh dunia timur. Banyak dugaan mengenai hal ini. Salah satu dugaan atau hipotesisnya adalah mungkin karena "kemasan" atau "bungkus luar" Kekristenan itu yang sulit diterima umat Islam, karena berbau barat. Mungkin juga karena ajaran Kristen yang tidak kontekstual dengan budaya Asia khususnya Islam. Inilah yang menjadi pertanyaan, karena berarti harus dilakukan kajian tentang inti-inti ajaran Kristen itu sendiri. Sebab jika tidak, maka sekedar perubahan "bungkus" luar saja tidak akan berhasil.

"Perlawanan" Islam, ternyata tidak terlepas dari gerakan yang dilakukan para misionaris dan penganut Kristen dalam menyebarkan Kekristenan. Dalam proses misi ini, umumnya gereja-gereja Barat yang menjadi sponsor, sehingga Kekristenan sulit dilepaskan dari citra Barat. DR. Ibrahim Khalil Ahmad, seorang teolog Islam Mesir yang dibesarkan dalam sekolah teologia Kristen, tetapi kemudian memeluk Islam, menyebut Kristen tidak lepas dari kolonialisme dan imperialisme Barat. Untuk itu dia bahkan menulis sebuah buku yang mengupas siasat misi Kristen dan Orientalis. Dalam buku ini dia menguraikan strategi yang dipakai misi Kristen (=Barat) dan cara menghadapinya. Buku ini dan buku-buku serupa yang lain nampaknya ada pengaruhnya bagi umat Islam di Indonesia untuk melakukan tindakan-tindakan menghambat penginjilan. Paling tidak, dalam beberapa dekade terakhir ini Kekristenan Indonesia makin dipersulit. Para ulama dan pakar Islam menjadi kuatir akan usaha kristenisasi. Dari sekian banyak keberatan Islam terhadap Kristen, ada tuduhan bahwa misi Kristen (=Barat) dirasakan mengancam hendak menghancurkan Islam. Para misionaris dituduh menyebarkan fitnah, menjelek-jelekkan citra Islam di mata dunia.

Di lain pihak, dari umat Kristen, sejauh ini masih sangat sedikit upaya untuk kontekstualisasi ajaran Yesus untuk dunia timur, khususnya Islam. Para orientalis (khususnya teolog Kristen yang menyelidiki Islam) sudah melakukan banyak riset, yang ditafsirkan hanya mencari celah untuk memasukkan ajaran Kristen dalam dunia Islam. Seperti kita ketahui sebagian terbesar ajaran Kristen berasal dari Perjanjian baru, yang adalah surat-surat kiriman untuk jemaat di Asia Kecil, Yunani, Roma, serta jemaat Ibrani. Paulus adalah seorang warganegara Romawi, dan praktis semua rasul dan murid Tuhan mengarahkan mata dan ajaran mereka ke dunia Barat. Mereka berjuang sangat keras, dan akhirnya berhasil memenangkan dunia barat. Tetapi sampai hari ini, Arab dan dunia timur seolah terlupakan. Belum ada satupun teologia kontekstualisasi yang disusun untuk dunia timur. Hampir semua doktrin teologia (buku dan sekolah) berasal dan dirintis dari barat, diimpor lengkap dengan sistem gereja, ritual, dan semua simbol-simbol agamanya. Masing-masing bertahan atas doktrin dan penafsiran mereka.

Dalam upaya memahami persoalan perbedaan ini, penulis berusaha mengikuti perdebatan-perdebatan antara Islam dan Kristen dalam berbagai media. Telah banyak buku perdebatan dan perbandingan ajaran yang telah ditulis, misalnya tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang Isa Almasih, penjelasan Trinitas, dan sebagainya. Dari segi apologetik, sudah cukup banyak dibahas panjang lebar, dan nampaknya tidak banyak peluang lagi untuk mendapatkan tema kajian yang cukup berbobot. Tetapi tetap saja umat Islam menemukan prinsip-prinsip Kristen yang sama sekali tidak dapat mereka terima. Banyak buku Islam yang ditulis jelas-jelas menunjukkan "kelemahan" Kristen yang tidak bisa mereka terima. Bahkan, dalam konteks Indonesia masa kini, debat dan kritik ini berpotensi memancing kerusuhan bermotif agama. Sampai sejauh ini upaya misi dan apologetik ini belum menunjukkan hasil yang berarti.

Namun salah satu titik terang yang ditemukan dalam buku-buku apologetik Islam adalah pengakuan kaum muslim bahwa mereka tidak berbeda pendapat dengan agama yang diajarkan Yesus. Mereka hanya keberatan terhadap prinsip-prinsip doktrin Kristen masa kini yang dipandang tidak sesuai lagi dengan ajaran Yesus. Salah satu penulis Islam menyatakan sebagai berikut :

Atas dasar inilah, penyusun mencoba memulai melakukan studi perbandingan antara Islam dengan Kristen. Bila suatu ketika penyusun menemukan dirinya tidak menyetujui orang-orang kristen, hal ini tidaklah berarti bahwa penyusun tidak menyetujui agama Isa, tetapi ini disebabkan bentuk dan wajahnya telah diubah dan dikembangkan setelah kepergian Kristus Kata Lord Headly, "Islam dan Kristen, sebagaimana yang diajarkan Kristus sendiri, sebenarnya merupakan dua agama yang bersaudara. Hanya dogma-dogma dan beberapa masalah tehnisnya sajalah yang barangkali sangat membedakan antara keduanya." (Ash-Shamad, Ulfat Aziz. Islam dan Kristen, Dua Kutub yang Saling Berbenturan. Jakarta: Pustaka Amani, 1995, Halaman Pengantar oleh Penulis)

Demikian pula dalam pembahasan tentang Tauhid dalam ajaran Isa:

Oknum yang paling merusak ajaran Tauhid yang disyiarkan Nabi Isa as ialah seorang bangsa Yahudi bernama Saul .. yang dikenal dengan Paulus. … Saul (Paulus) mengibul bahwa tatkala dia pergi ke Damsyik, dia telah melihat di tengah hari cahaya…. Selanjutnya setelah orang banyak menganggap Paulus ebnar-benar seorang pendeta tulen yang bertugas menyampaikan ajaran Almasih, secara bertahap disisipkanlah perubahan-perubahan ke dalam agama Nasrani yang ia tablighkan. Sisipan itu diantaranya ialah sebuah pengukuhan bahwa Isa Almasih itu bukan manusia biasa, namun Anak Tuhan! Dan Paulus tidak kepalang mengibul; dengan menandaskan bahwa tujuan utama Isa Almasih diturunkan ke bumi adalah untuk menebus dosa nabi Adam dan Siti Hawa serta segenap keturunannya

Di media internet, perdebatan bisa dilakukan langsung dan terbuka, dilakukan oleh banyak orang, tanpa kuatir akan bahaya fisik. Situs internet tentang Debat Islam Kristen, misalnya adalah www.kebenaran.net atau www.answering-islam.org.. Di situ sering muncul pertanyaan yang mirip. Sebagai contoh email pertanyaan seseorang yang bernama Gatot (identitas alamat email tidak dicantumkan) dalam www.kebenaran.net pada tanggal 24 Oktober 2000 dapat memberikan gambaran mengenai pemahaman muslim terhadap Islam :

1. Apakah Alkitab itu masih murni & bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya?

2. Apakah kalian selama ini tidak tersesat dalam keimanan semu hasil manipulasi para pendeta, uskup & paus kalian?

3. Mengapa kalian mentuhankan Nabi Isya?

4. Mengapa kalian memakan daging babi & darah?

5. Apakah agama bisa diteliti & dikaji secara rasional & ilmiah?

6. Apakah anda tahu & menyadari bahwa banyak penyimpangan sejarah & aqidah dalam agama Kristen?

Jika diperhatikan, nampak dari pertanyaan-pertanyaan tersebut bahwa orang muslim banyak yang menganggap bahwa orang Kristen (khususnya gereja dan para pendeta) bertanggung jawab membelokkan ajaran agama Kristen dari versi semula yang diajarkan Nabi Isa.

Para teolog muslim yang lain, misalnya Ahmed Deedat (Afrika Selatan) dan DR. Ibrahim Khalil Ahmad (Mesir), juga berpendapat sama, pada intinya antara lain mereka tidak menolak Kristus dan ajaran-ajaran-Nya, namun dengan tegas menolak beberapa doktrin dasar Kristen tentang penebusan dan dosa asal, keilahian Yesus, dan Trinitas. Ahmed Deedat misalnya, sangat menjunjung tinggi apa yang dikatakan oleh Kristus, dan bahkan menjadikannya dasar bagi argumentasi perdebatannya melawan Anis Shorrosh:

(Debat tentang Apakah Yesus adalah Allah) … Saya akan sangat bergembira mendengar dari bibir Yesus keterangan yang sederhana, jujur dan tegas: "Aku adalah Allah" atau "Sembahlah Aku." karena saya sebagai seorang muslim dan kami sebagai umat muslim percaya bahwa Yesus Kristus adalah utusan Allah yang paling berkuasa. Kami percaya atas kelahiran-Nya yang ajaib kami percaya Dia adalah Mesias dan kami percaya bahwa Dia memberi hidup kepada orang mati dengtan seizin Allah

Hampir semua buku apologetik Islam yang bisa dijumpai di toko buku saat ini menyatakan tidak keberatan akan ajaran Isa, walaupun ada beberapa keberatan kecil, misalnya mengenai mengapa Yesus membuat mujizat pertamanya mengubah air menjadi anggur, padahal anggur adalah larangan dalam Islam, ajaran Yesus untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan melepaskan diri dari segala ikatan duniawi untuk menjadi murid Yesus (Lihat Ash-Shamad, 1995, hal 75-77). Namun nampaknya itu hanyalah salah pengertian saja.

Kembali pada pertanyaan semula, mengapa Kekristenan sampai saat ini masih sulit diterima oleh mayoritas bangsa Indonesia? Apakah mungkin dapat diasumsikan mereka tidak setuju dengan ajaran-ajaran pokok Kristen?

Ada indikasi dari kesimpulan Ash-Shamad berikut ini (setelah uraian dan argumentasi panjang lebar) bisa memperjelas apa yang tidak disetujui Islam terhadap doktrin Kristen:

Kita telah mencoba meneliti beberapa doktrin Kristen yang dianggap penting, yang berasal dari kedua kepercayaan Kristen Protestan dan Katolik. Dari penelitian ini mengantarkan kita kepada suatu kesimpulan, bahwa doktrin-doktrin Trinitas, Tuhan Jesus, Ketuhanan Anak Jesus, Dosa Asal, dan Penebusan Dosa kesemuanya itu adalah tidak rasional dan tidak sesuai dengan ajaran-ajaran Jesus. Dogma-dogma ini dipungut dan dibuat model, lama setelah Jesus, dan hasilnya yang ada ini banyak dipengaruhi oleh berhala-berhala. Dogma-dogma ini menunjukkan bahwa, Kristen jelas-jelas telah menyimpang dari agama Jesus yang sebenarnya (ash-Shamad, Islam dan Kristen, Jakarta: Pustaka Amani, 1995).

Di lain pihak, ada satu titik temu yang jelas-jelas diungkapkan secara eksplisit oleh kaum muslim: ajaran Isa, yang disebutkan oleh Ash-Shamad dengan tepat sebagai agama Yesus. Nampaknya terbuka suatu peluang untuk dialog yang konstruktif dan bermanfaat bagi kedua belah pihak, khususnya dalam menyampaikan Injil kepada umat muslim. Inilah mengapa tesis singkat ini ditulis, untuk memulai komunikasi melalui ajaran-ajaran yang disepakati bersama, yaitu ajaran Yesus Kristus.

 

Perumusan Masalah

Adakah pokok-pokok ajaran Yesus yang relevan dalam konteks Islam?

Hipotesis

Jika ajaran-ajaran pokok Yesus yang berkenaan dengan konsep Allah, kerajaan Allah, dan Mesias dianalisis secara kritis dan akurat, dan disampaikan kepada kaum muslim dalam bahasa yang komunikatif, maka semua ajaran-ajaran pokok itu menjadi relevan dan dapat diterima di tengah-tengah dunia Islam.

Tujuan

Tesis ini diharapkan akan menghasilkan usulan-usulan tentang ajaran Yesus yang bisa diterima oleh umat Islam.

Metodologi

Metodologi yang dipakai adalah sebagai berikut :

· Studi Pendahuluan terutama terhadap Alkitab khususnya keempat Injil Sinoptik, untuk menemukan tema-tema ajaran Yesus yang relevan.

· Penelitian Pustaka, untuk membahas dari sisi kedua agama. Bahan diperoleh dari perpustakaan CWS, STT Ekklesia, internet, serta dari perpustakaan pribadi. Sebagian besar bahan adalah dalam bahasa Indonesia. Beberapa sumber dari Hadis diambil dari teks terjemahan Inggris, yang diambil dari CD-ROM.

Hasil Riset Pendahuluan : Ajaran-Ajaran Utama Yesus Menurut Alkitab

Ajaran-ajaran utama Yesus dapat dijumpai khususnya dalam empat Injil Sinoptik. Empat Injil tersebut akan menjadi sumber utama analisis. Ajaran Yesus tergolong unik, karena sangat berbeda dari konsep-konsep yang mendahului-Nya. Jenis ajaran Yesus dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yang menyangkut etika, metafisika dan beberapa ajaran yang lain. Selain itu ajaran-Nya langsung maupun tidak adalah mengenai diri-Nya sendiri :

Ajaran Yesus berbeda sekali dari orang-orang sebelum dan sesudah Dia. Klasifikasi ajaran Yesus adalah sebagai berikut : etika, metafisika dan teologi, sosial, penyelamatan, eskatologi, dan lain-lain.. Ajaran Yesus menyatu dengan diriNya sendiri. Dasar ajaranNya adalah ajaran yang langsung maupun tak langsung mengenai diriNya sendiri.

Tema utama ajaran Yesus dapat digolongkan sebagai berikut.

1. Konsep Allah : Allah sebagai Bapa

2. Kerajaan Allah

3. Anak Manusia

4. Mesias

5. Penderitaan dan Kematian-Nya

6. Eskatologi