Make your own free website on Tripod.com

ALLAH

KEADAANNYA (NATURE OF GOD)

Allah itu Tanpa Batas (Infinite)

Paper 2. Allah Bapa melihat akhir dari awalnya. Tidak ada hal baru bagi Allah. Dia tanpa awal dan akhir. Dia adalah AKU ADA. Karena semua sifat-Nya adalah tanpa batas, maka dengan sendirinya Dia tidak berkomunikasi langsung dengan semua makhluk ciptaan-Nya yang memiliki tubuh materi. Allah Bapa berkomunikasi dengan manusia melalui :

1. Creator Son, yang memiliki sifat ganda melalui pengalamannya, yaitu Anak Allah dan sekaligus Anak Manusia.

2. Keturunan dari Allah Roh, para malaikat terutama para Serafim yang dekat dengan manusia.

3. Roh Allah yang tinggal dalam hati manusia, yang disebut Thought Adjuster atau Mystery Monitor, fragmen atau pecahan dari Allah Bapa sendiri yang tinggal selamanya dalam manusia.

Allah melakukan downstep dalam rangka lebih dekat dengan manusia. Caranya sulit dipahami, tetapi melalui suatu seri pendistribusian kepribadian yang makin tidak absolut, maka Allah yang tidak terbatas itu bisa berhubungan erat dengan manusia. Dengan itu maka Allah menyesuaikan, mengubah ketidak-terbatasannya sehingga bisa dekat dengan akal manusia.

Allah itu kekal dalam maksud dan tujuannya, sedangkan manusia hanya bisa memahami sebagian-sebagian saja, sebagaimana diwahyukan. Banyak konsep dan tujuan alam semesta yang tidak kita ketahui. Namun demikian Allah Bapa memahami kondisi dan keterbatasan manusia.

Kesempurnaan Bapa yang Kekal

Allah mendiami kekekalan. Dia kekal, sempurna, tidak berubah, dan lengkap. Segala rencananya kekal, sempurna, dan tidak berubah selamanya. Tidak ada yang bisa ditambahkan atau dikurangi dalam diri Allah. Namun demikian Allah tidak memikirkan diri sendiri atau berpuas diri, Dia terus menganugerahkan diri-Nya kepada makhluk ciptaan-Nya.

Allah itu kekal dan sempurna tanpa batas, dan dia secara pribadi tidak mengalami ketidak-sempurnaan, namun Dia ikut serta dalam kesadaran manusia yang tidak sempurna ini.

Keadilan dan Kebenaran

Allah itu benar, oleh sebab itu dia adil. Manusia tidak akan bisa menipu Allah yang menjalankan hukum alam dan mandat rohani yang benar. Orang yang melakukan perbuatan salah akan menuai hasilnya,walaupun keadilan Allah akan selalu diperlunak oleh kasih-karunia (mercy). Hikmat akan menentukan proporsi keadilan dibandingkan kasih-karunia yang harus diberlakukan dalam suatu keadaan. Hukuman paling berat untuk kesalahan dan pemberontakan terhadap pemerintahan Allah adalah kehilangan keberadaan atau pemusnahan. Individu yang berdosa sebetulnya sedang menghancurkan dirinya sendiri dengan menjadi tidah riil (nyata) melalui perbuatan dosa tersebut. Pelaksanaan hukuman selalu ditunda sampai semua syarat keadilan dipenuhi.

Pemusnahan eksistensi umumnya dilakukan setiap akhir suatu masa dispensasi. Masa dispensasi terakhir di bumi adalah waktu Yesus bangkit dari antara orang mati. Saat itu semua orang mati dari jaman Adam diadili, sebagian dimusnahkan, sebagian lagi menerima hidup kekal. Keputusan pengadilan ini ditetapkan oleh Yang Lanjut Usianya (Ancient of Days, kepala pemerintahan superuniverse), dan dilaksanakan oleh pengadilan alam semesta lokal kita. Michael (Creator Son) akan berusaha agar individu itu bertobat, namun bila individu itu telah mengidentifikasikan dirinya dengan dosa, maka dia akan terus berdosa, apapun kesempatan dan karunia yang diberikan (Ingat cerita mengenai Yudas Iskariot dan orang Farisi). Ancient of Days akan memberikan keputusan akhir untuk pemusnahan individu itu. Individu yang dimusnahkan akan seperti seolah-olah dia tidak ada lagi. Hukuman pemusnahan kepribadian itu kekal dan prosesnya diceritakan dalam Paper 2 pasal 3.

Kita harus sungguh-sungguh dalam hidup di bumi ini karena dalam waktu dekat pasti akan melewati pengadilan. Umur manusia saat ini maksimal hanya 70 atau 80 tahun. Sangat singkat.

Belas Kasihan-Karunia Ilahi (Divine Mercy)

Belas Kasihan adalah keadilan yang diperlunak oleh hikmat yang tumbuh dari kesempurnaan pengetahuan dan pemahaman mengenai kelemahan dan kendala lingkungan ciptaan yang terbatas.

Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dia tahu kondisi manusia, sehingga Dia mudah memaafkan. Allah juga tidak akan keliru dalam sikapnya terhadap masing-masing anaknya, tidak seperti halnya manusia yang sering pilih kasih atau tidak adil.

Belas Kasihan adalah 'keturunan' dari kebaikan dan kasih. Keadilan dan Belas Kasih ilahi bersama-sama menyusun apa yang disebut kejujuran dan keadilan (fairness). Karunia ilahi adalah teknik penyesuaian yang adil (fair) antara tingkat kesempurnaan dan ketidak-sempurnaan. Karunia adalah keadilan Yang Unggul (Supreme) diadaptasikan pada situasi si terbatas yang sedang berkembang (evolving finite).

Kasih Allah (Love of God, God is Love)

Allah itu kasih. Sikap Allah terhadap urusan alam semesta adalah selalu suatu perhatian ilahi (divine affection). Allah begitu mengasihi kita sehingga dia memberikan hidup-Nya untuk kita. Dia memberi hujan pada orang benar dan orang fasik. .

Allah tidak dibujuk untuk mengasihi anak-anaknya karena pengorbanan Kristus di salib atau karena doa permohonan kita. Allah mengasihi kita dan tidak ingin melihat ada diantara kita binasa. Kasih Allah adalah seperti perhatian orang tua kita, yang tidak membiarkan kita celaka. Dia mengirim Roh-Nya berdiam dalam hati kita. Kasih Allah itu universal, siapa saja boleh datang, siapa saja diterima. Sebagai orang tua, Allah akan mengajar anak-anaknya, bahkan memberi hukuman sebagaimana diperlukan hanya untuk mendidik kita. Namun demikian ingatlah bahwa dalam semua kesulitan kita, Dia ikut menanggung kesulitan itu bersama kita.

Allah itu secara ilahi baik pada orang berdosa. Siapa saja bertobat akan diampuni . Dia yang menghapus semua kesalahan dan dosa kita. Allah itu berlimpah kasih karunianya.

Bukti terbesar bahwa Allah itu baik dan alasan tertinggi mengapa kita harus mengasihi Dia adalah karena Dia memberikan Roh-Nya dalam hati kita. Roh Allah itu akan memimpin kita langkah demi langkah, setelah kita pergi dari bumi menunjukkan jalan panjang melalui lautan galaksi bintang-bintang, dan akhirnya membawa kita berdiri muka dengan muka di hadirat Allah Bapa di sorga. Apalagi yang lebih besar dari bukti ini ?

Allah memang tidak nampak oleh mata manusia. Jarak fisik kita dengan Sorga jutaan tahun cahaya. Superuniverse kita, galaksi Bima Sakti adalah superuniverse nomor tujuh yang mengitari Sorga, dan diameter galaksi kita tidak kurang dari 600 ribu tahun cahaya. Tingkat spiritual Allah dan manusia juga sangat jauh. Belum lagi tingkat pengetahuan Allah dan manusia. Namun itu semua bukan hambatan, karena Roh Allah memimpin kita pulang ke tempat dari mana Dia berasal, yaitu Allah sendiri. Mungkin jutaan tahun kita perlukan agar kita sampai ke Sorga, namun itu pasti. Masa depan dan nasib kita aman di bawah kendali Roh Allah.

Betapa nikmat dan indahnya menyembah Allah yang kasih, baik dan berkuasa tanpa batas. Betapa indahnya dikasihi oleh Allah. Allah telah membuktikannya, mari kita ingat kehidupan dan perjuangan Yesus (Michael, Creator Son dari Nebadon). Dia yang tanpa cacat mengasihi manusia sampai titik darah penghabisan. Allah sudah meletakkan dasar yang kekal, yaitu kasih. Betapa kurang ajarnya manusia yang meremehkan siapa itu Yesus Kristus. Kita sering tidak tahu arti kasih Allah, dan bahkan kita melakukan hal-hal yang jahat kepada sesama kita, atas nama agama atau atas nafsu keinginan pribadi. Sejarah manusia penuh dengan peperangan dan pemberontakan. Para Kaisar Roma memerintah dengan kejam. Abad pertengahan Eropa penuh dengan perang agama. Para khalifah dan wali negeri saling bunuh. Perang Dunia meledak karena ambisi nasionalisme. Kolusi Korupsi Nepotisme dan teroris merajalela di Indonesia. Seks bebas dan prostitusi mewabah. Kekerasan dan film kekerasan digemari. Kita kenyang dengan konspirasi politik, ketidak-adilan hukum, dan kecurangan dalam bisnis. Kita sedang meletakkan dasar untuk kehancuran diri kita sendiri. Sudah waktunya kita tunduk dan belajar pada Allah.

 

Allah itu Baik

Dalam dunia fisik kita temukan keindahan, dalam dunia intelektual kita temukan kebenaran kekal, tetapi hanya dalam pengalaman hidup kerohanian kita akan menemukan Kebaikan Allah. Inti agama adalah kepercayaan bahwa Allah itu baik. Allah bisa dikatakan Mahabesar, hebat, atau pandai, tetapi dalam agama, Allah harus juga moral. Allah harus baik. Kita bisa takut pada Allah yang Mahabesar, namun kita hanya bisa mengasihi dan percaya Allah yang baik. Kita akan menghargai dan mencintai seorang pemimpin yang baik pada kita, tidak peduli apapun pendapat orang lain mengenai dia. Sejarah dunia penuh cerita atasan yang baik mendapat simpati dan penghargaan pengikutnya.

Bagaimana cara mengetahui bahwa Allah itu baik ? Dari pengalaman spiritual kita.

Konsep yang umum diterima adalah bahwa Allah itu memiliki moralitas Raja. Namun Yesus meningkatkan pemahaman itu dengan mengajarkan bahwa Allah itu Bapa kita, sehingga hubungan kita dengan Allah adalah seperti hubungan keluarga yang mesra, dan tidak ada lagi yang lebih indah.

Konsep Allah sebagai raja dan hakim, membuat manusia mengikuti standar moral yang tinggi, menciptakan manusia yang takut-hukum sebagai suatu kelompok. Kelemahan ajaran ini adalah bahwa setiap pribadi individu manusia menjadi tidak aman, takut melihat masa depan. Allah baik, bahkan dalam menghadapi pemberontakan anak-anaknya.

Allah itu sumber hukum moral alam semesta. Allah itu benar dan sikapnya kepada manusia adalah kasih. Ada kesatuan dalam diri Allah. Anggapan dan ajaran mengenai penebusan adalah keliru. Ajaran penebusan berarti menganggap Allah tidak bisa menyatukan kebenaran dan kasih, sehingga perlu perantara dan dia bukan pribadi yang terbelah dua. Pengajaran mengenai penebusan Kristus ini menyerang doktrin mengenai kesatuan dan kehendak bebas Allah.

Apa sebetulnya tujuan Yesus lahir di dunia, dan bagaimana cara manusia diampuni dosanya, lihat pada bagian mengenai keselamatan dan pengampunan dosa.

Allah bukan Allah yang penuh amarah, cemburuan, atau penuh dendam. Benar bahwa hikmat ilahi membuat dia menahan kasihNya, sementara keadilan diterapkan untuk mereka yang menolak belas-kasihnya.

Allah mengasihi orang berdosa tetapi membenci dosa ? Ajaran ini juga tidak konsisten. Orang adalah suatu pribadi, tetapi dosa itu bukan pribadi atau orang yang bisa dibenci. Manusia adalah realitas spiritual, sebab memiliki potensi untuk hidup kekal. Dosa bukan realitas spiritual. Yang benar adalah, Allah mengasihi orang berdosa, hukum Allah menghancurkan dosa.

Dosa yang tidak diampuni ? yaitu jika orang berdosa mengidentifikasikan dirinya dengan dosa. Orang yang sudah bersatu dengan dosa banyak kita jumpai saat ini, menghujat kebenaran sambil menganggap dirinya menyatu dengan dosa yang dia perbuat. Orang atau malaikat seperti ini tidak bisa lagi diperbaiki, sebab orang ini akan menjadi tidak spiritual, dan akan menghadapi kemusnahan sebagai makhluk. Menjadi tidak spiritual berarti menjadi tidak riil (unreal) dan tidak akan bertahan dalam alam semesta yang sedang bertumbuh makin spiritual dan riil.

Kebenaran dan Keindahan Ilahi

Semua pengetahuan kita manusia adalah relatif. Wahyu atau informasi apapun yang kita terima dari alam atas juga relatif sempurna serta tidak seluruhnya akurat. Apa yang sesuai dan benar untuk suatu bagian tidak seluruhnya benar untuk bagian yang lain. Kebenaran adalah faktor yang hidup dan fleksibel dalam filsafat alam semesta.

Kebenaran Allah itu seragam dan universal, tetapi pemahaman dan penerapan hukum Allah bisa bervariasi. Suku bangsa yang demikian banyak di muka bumi punya pendapat masing-masing mengenai suatu agama, apalagi sekian triliun planet dalam semesta alam.

Materialisme (ajaran bahwa alam semesta hanya materi) dapat membuat manusia menjadi terasing di alam semesta. Ilmu yang hanya parsial, tidak sempurna itu mengandung potensi untuk kejahatan. Pengetahuan itu terdiri dari kebaikan dan kejahatan. Kita sudah melihat korban jutaan jiwa akibat komunisme yang intinya berlandaskan materialisme. Demikian pula jika kedokteran dan ilmu pengetahuan modern hanya berlandaskan materialisme, maka pastilah akan jatuh korban lebih besar lagi.

Sebaliknya kebenaran adalah indah karena sempurna dan simetris. Kalau manusia mencari kebenaran, dia sedang mengejar yang nyata.

Para filsuf harus hati hati dengan metode abstraksi. Cara ini menujukan fokus pada satu aspek, kemudian mengeneralisasikan dan mengumumkan bahwa aspek itu adalah kebenaran seluruhnya. Ingatlah, seorang pencipta berpikir terlebih dahulu sebelum dia merancang dan mencipta. Jadi, temukanlah apa yang ada di belakang segala sesuatunya. Temukanlah rancangan dasar yang ada sebelum semuanya yang kita lihat ini ada.

Kebenaran dapat diketahui oleh Citarasa Spiritual (spiritual flavor). Akal pikiran seseorang bisa suatu menemukan kebenaran. Cirinya, pertama ada suatu konsistensi dalam falsafahnya, yang kedua ada kesan yang ditimbulkan oleh Roh Kebenaran dalam hati kita. Kalau sesuatu itu benar, maka hati kita sejahtera dan bahagia. Hati kita bahagia karena kebenaran itu bisa dihidupi, bisa direalisir menjadi pengalaman nyata. Sebaliknya kita kecewa jika sesuatu tidak bisa berhasil dilakukan dalam pengalaman.

Orang mencari kesatuan dalam ikatan kesatuan (koherensi) ilahi. Alam semesta fisik koheren di Sorga (Isle of Paradise). Alam spiritual koheren di Allah Anak. Alam akal budi koheren di Allah Roh. Manusia koheren di Allah Bapa melalui hubungan langsung antara Roh Allah yang diam dalam hati kita dan Allah Bapa di Sorga.

Agama modern sering terlalu menekankan pada moralitas. Akibatnya, banyak orang modern yang meninggalkan agama. Agama harus menghargai kebenaran dari ilmu pengetahuan, filsafat dan pengalaman spiritual, keindahan ciptaan jasmaniah, kesenian, dan pembentukan karakter yang mulia. Kita harus berani menyusun agama masa depan yang menghargai semua aspek kebenaran dan keindahan, yang akan makin menyatu dalam diri Allah sendiri.

Semua kebenaran - material, filsafat , atau spiritual - adalah indah dan baik. Hasil dari perpaduan kebenaran, keindahan, dan kebaikan adalah kesehatan, kebersihan dan kebahagiaan hidup manusia. Jika sistem energi disatukan dengan sistem ide dan sistem rohani maka hasilnya adalah hidup yang efisien.

Seandainya masyarakat bumi tidak terjebak dalam dosa, tentulah tidak ada lagi kemerosotan moral seperti yang kita lihat sekarang ini, tentulah tidak ada lagi agama yang menghambat kemajuan pengetahuan, tentu tidak ada agama yang yang penuh kontradiksi dan kekurangan sehingga harus dipertahankan dengan kekerasan.

Kebenaran itu inheren, keindahan itu menarik, kebaikan membuat stabilitas.

Daftar paper